SMAN Mojoagung Canggih, Semua Serba Digital

JOMBANG – Semua serba digital. Kalimat itu pas untuk SMAN Mojoagung. Smanema Information Center (SMANIC) menjadi salah satu program kebanggaan. Dalam satu kali klik, semua data sudah siap diakses seluruh warga sekolah.

”Semua sekarang dimasukkan dalam aplikasi digital. Lebih canggih dan praktis, semua ada di sana,” ucap Ahmad Kepala SMAN Mojoagung, kemarin. Keunggulan SMAN Mojoagung setahun terakhir memang terlihat pada kecanggihan pelayanan yang ditunjukkan.

Sedikitnya, ada 27 program yang sudah bisa diakses dalam bentuk digital. Mulai dari memasuki kantor utama SMAN Mojoagung, tamu yang biasanya mengisi buku tamu dengan cara manual, kini cukup foto selfie dan mengisi nama, instansi dan tujuannya kepada siapa. Termasuk keperluan datang ke SMAN Mojoagung.

Program digital yang sudah berjalan diantaranya, E-Learning, E-Saran, E-Tamu, E-Surat, E-Perpustakaan, E-Sampah, E-Suhu, E-RKAS, E-Prestasi guru dan siswa, E-Pengumuman, E-Pelanggaran, E-KHS, E-UKS, E-Ujian, E-Vote, E-Alumni dan lain sebagainya. ”Masih banyak program lain, tapi belum semua berjalan,” jelasnya.

Salah satu yang paling unggul dan baru dilakukan di SMAN Mojoagung, E-PKKS (penilaian kinerja kepala sekolah). Jika PKKS biasanya dilakukan melalui tumpukan dokumen yang jumlahnya tidak sedikit, maka di SMAN Mojoagung, penilai tidak harus memilah dokumen.

Cukup dengan klik, semua sudah tersedia. ”Instrumen tetap dari provinsi, tapi kami kemas dalam bentuk dokumen file, bukan berupa tumpukan kertas, jadi kalau belum selesai melakukan penilaian langsung, penilaian jarak jauh juga bisa dilakukan. Lumayan bisa hemat, tidak terlalu banyak almari,” ungkap Ahmad.

Selain bidang digital, SMAN Mojoagung juga tak mengesampingkan prestasi. Menjadi salah satu sekolah unggulan di wilayah timur, perbatasan Jombang-Mojokerto. Sekolah yang mendapatkan program Sistem Kredit Semester (SKS) sehingga siswa bisa lulus dalam waktu dua tahun saja.

Lebih lanjut dijelaskan, program SKS berbeda dengan program akselerasi. Program SKS murni karena kemampuan siswa yang diproyeksikan lulus dalam waktu dua tahun. ”Kenapa kok ada kata proyeksi, karena di tengah perjalanan, tidak menutup kemungkinan kemampuan siswa tidak mencapai program SKS. Sehingga dikembalikan ke kelas reguler, karena SKS itu berat, tugas jelas lebih banyak, waktu enam bulan harus diselesaikan dalam waktu dua bulan,” tambahnya.

Bukan hanya itu, SMAN Mojoagung tahun ini mendapat predikat lima besar di Jombang atas diterimanya 26 siswa di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN. Serta 10 siswa lolos Politeknik Negeri Jember. ”Yang membuat bangga, siswa kami ada yang diterima di UGM, Unair, ITS dan universitas besar terkemuka. Tidak mudah bisa masuk ke universitas tersebut, tapi ternyata siswa kita mampu,” ucap dia bangga.

Antusias siswanya melanjutkan ke perguruan tinggi cukup tinggi. Pada tahun pelajaran 2019-2020, 93 persen dari 304 siswa yang lulus melanjutkan ke perguruan tinggi. ”Tahun ini belum bisa mempresentasikan berapa jumlahnya, baru 26 yang diterima di jalur SNMPTN,” ungkapnya.

Kemampuan berbahasa inggris juga diasah secara khusus di sekolah ini. SMANEMA juga pernah menyelenggarakan tes TOEFL bekerjasama dengan Unair. Pada pembelajaran tatap muka kemarin (6/4), hanya 30 persen siswa yang masuk sekolah dan diutamakan siswa kelas 12.

Hari pertama PTM ini SMAN Mojoagung menerima kunjungan dari Asisten 1 Bidang Pemerintaah dan Kesejahteraan Rakyat Anwar, Ketua IDI Cabang Jombang dr Iskandar Dzulqornain, dan Ulil Mu’amar Kasubag TU Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Jombang.

Melalui kunjungan itu, Ahmad meminta kepada pemerintah agar memberi kelonggaran biaya untuk test swab PCR bagi siswa berprestasi yang diharuskan datang ke kampus baru untuk menjalani daftar ulang. ”Syaratnya harus swab PCR, kami mohon untuk digratiskan karena persyaratan itu wajib, meski memberatkan siswa dari sisi biaya,” harapnya.

Asisten 1 Anwar mengapresiasi kepatuhan protokol kesehatan SMAN Mojoagung dari pelaksanaan PTM hari pertama. Terkait harapan keringanan PCR, ia dan dr Iskandar akan segera melaporkan ke Bupati Hj Mundjidah Wahab. ”Semua guru di sini kan juga sudah menjalani vaksin, jadi Insya Allah aman, tentang swab PCR yang menjadi syarat wajib, akan kami koordinasikan dengan bupati,” ujarnya.

Sementara itu, dr Iskandar Dzulqornain Ketua IDI Jombang, mengingatkan prokes tetap harus dijalankan dengan ketat. Guru dan siswa tak boleh lengah dan lelah dalam menjalankan protokol kesehatan, agar semua aman dan tak ada yang terpapar. ”Tidak ada yang senang dengan pandemi ini, ikuti arahan dari pemerintah dan selalu jaga protokol kesehatan,” pungkas dia.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *