Program Tahsin Alquran, Siswa Bisa Baca Fasih dan Bersertifikat

JOMBANG – Selain bekal ilmu umum, SMAN Mojoagung juga membekali siswa membaca Alquran secara benar dan fasih melalui program Tahsin Alquran. Siswa juga mendapat sertifikat mengajar Alquran yang bisa dipakai di masyarakat.

”Sertifikat itu bisa dipakai untuk bekal mengajar Alquran ketika sudah terjun di masyarakat,” kata Ahmad Kepala SMAN Mojoagung. Program Tahsin Alquran itu dia sebut hanya ada di SMAN Mojoagung. Tahun ini angkatan pertama. Program tahsin diberikan untuk memperbaiki bacaan Alquran siswa yang kurang bagus baik dari tajwid hingga makharijul huruf.

Tidak semua siswa menjalani program ini. Siswa terlebih dulu diseleksi. Bagi yang sudah bisa membaca Alquran kategori menengah ke atas, maka akan diikutkan program ini. Bagi siswa yang mulai belajar dari nol hingga menengah ke bawah, maka diikutkan pada tahun berikutnya.

Siswa akan menjalani Tahsin selama 12 kali pertemuan. Setiap kali pertemuan empat jam dan dilaksanakan seminggu sekali. Setelah itu, siswa akan menjalani tashih untuk evaluasi bacaan. Jika sudah lancar maka dinyatakan lulus. Jika belum maka mengulang kembali. Namun mengulang ini tidak dari nol, hanya menambah tiga sampai empat kali pertemuan lagi.

Sedangkan siswa yang lulus tashih baru mendapatkan sertifikat mengajar yang bisa dipakai di masyarakat. Siswa yang sudah memiliki kemampuan baca Alquran fasih, harus mengikuti program ini. Hanya bedanya, sertifikasi yang diberikan adalah bekal kemampuan mengajar selama tiga hari. Baru kemudian mendapatkan sertifikat yang bisa dipakai untuk mengajar Alquran.

”Kita gunakan program Ummi dari Ummi foundation, atau lembaga terkait dengan pembelajaran Alquran yang berpusat di Surabaya, tapi ada juga di Jombang,” jelas Ahmad.

Selain itu, di bidang budaya, SMAN Mojoagung juga menjadi salah satu sekolah yang musik gamelannya sangat unggul. Peralatan lengkap, kemampuan siswanya ada dengan pengajar mumpuni di bidangnya. SMAN Mojoagung juga punya grup band, juga anggota banjari dengan fasilitas lengkap. Ahmad kemudian menggabungkan tiga jenis musik itu menjadi satu.

”Sama seperti kiai kanjeng, musik tradisional, modern, dan regili gabung menjadi satu, dan saya bangga anak-anak dapat berkolaborasi dengan baik, dan sudah tampil di beberapa acara,” pungkasnya.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *