eSaran

eSaran


Selamat datang di eSaran
Sistem Informasi Kritik dan Saran SMAN Mojoagung

Terima kasih telah berkunjung ke website resmi SMAN Mojoagung, semoga dapat Memberikan manfaat. Dalam rangka peningkatan kualifikasi Sekolah, kami mengharap kritik dan saran demi perbaikan pelayanan di masa yang akan datang.
Silahkan Isikan kritik dan saran dibawah ini :

SaranTanggapan
  • MM slash DD slash YYYY
  • Hidden
No.NamaTujuanSaranTanggapanTanggal
1korban sistemHumas

Kepada Pihak Sekolah SMANEMA,

Saya menulis ini bukan hanya sebagai siswa, tetapi sebagai saksi hidup bagaimana integritas akademik di sekolah ini perlahan hancur karena sistem yang kalian pertahankan. Saya memohon dengan sangat, berhenti menutup mata dan tolong perbaiki sistem penilaian sumatif kalian!
Saya sangat ingat janji manis yang pernah dilontarkan salah satu guru: "Jika siswa tidak menaati peraturan, Exambro akan diganti paper, dan guru siap mengoreksi."
Nyatanya? Itu hanya omong kosong. Tahun berganti, sistem tetap sama, bahkan semakin bobrok. Tidak ada perubahan ke arah kertas, tidak ada peningkatan pengawasan. Mengapa?

Saya akan menulis hal hal yang saya anggap fakta dan terjadi di lapangan selama ini:
1. Pengawasan yang nol besar. Patroli guru memeriksa loker dan HP? Itu hanya formalitas awal yang sekarang sudah hilang ditelan bumi. Di dalam kelas, pengawas mendengar alarm Exambro berbunyi, tanda jelas user keluar aplikasi, tapi mereka acuh dan pura-pura tuli. Akibatnya? Siswa dengan leluasa berselancar di Google dan bertanya pada AI.
2. Ironisnya, banyak soal ujian yang kalian berikan pun diambil mentah-mentah dari internet. Jawabannya bertebaran luas. Apakah siswa yang belajar dengan penalaran dan pemahaman materi bisa mengalahkan siswa yang tinggal copy-paste pertanyaan ke Google? Jelas tidak. Kalian menciptakan kompetisi yang tidak adil. Bahkan sepandai apapun siswa SMA, tidak dapat disandingkan dengan teknologi AI yang mereka gunakan.
3. Sekolah diuntungkan besar-besaran. Tidak perlu biaya cetak kertas, tidak perlu lelah mengoreksi karena semua otomatis via Google Form, dan beban kuota internet dilempar ke siswa karena Wifi sekolah yang kualitasnya menyedihkan. Kalian menghemat anggaran dan tenaga, tapi mengorbankan kualitas lulusan dan mentalitas siswa yang jujur.

Jangan berlindung di balik alibi basi bahwa "Nilai sumatif hanya sekian persen, nilai tugas lebih dominan."
Jika saat ujian yang diawasi saja mereka berani curang massal, apa jaminannya tugas harian mereka bersih dari kecurangan? Pernyataan itu justru membuka borok lain, yaitu kalian secara jelas lebih mementingkan KUANTITAS daripada KUALITAS.
Kalian mencatat keaktifan siswa, tapi buta pada kenyataan. Banyak siswa yang tugasnya terlihat "rajin" padahal hasil copy-paste temannya.
Dan tolong, jangan sekali-kali kalian berdalih, "Itu hakmu untuk menolak memberi contekan."
Jika itu hak kami untuk menolak, maka itu adalah KEWAJIBAN dan TANGGUNG JAWAB KALIAN untuk menciptakan sistem di mana menyontek bukanlah satu-satunya cara untuk bertahan. Jangan limpahkan kegagalan pengawasan kalian menjadi beban moral bagi siswa yang sudah berusaha jujur. Kalian menormalisasi budaya menyontek dari hal kecil hingga besar. Guru bahkan tidak mengenal kemampuan asli muridnya, wali kelas pun buta terhadap siapa yang jujur dan siapa yang manipulator nilai.

Baiklah jika itu dengan dalih, ketaatan dan kesadaran diri dengan jalan “seberapa patuh kalian mengerjakan tugas”, saya dengan sepenuh hati menerima dan setuju. Karena saya benar benar menghormati para guru yang membimbing saya dengan baik, dan tidak ingin mereka merasa tidak dihargai.
Namun begini logikanya:
Sekelompok anak memiliki kemampuan yang setara, mereka juga rajin mengumpulkan tugas. Namun saat ujian, beberapa dari mereka menghalalkan segala cara untuk mendapat nilai bagus, sedangkan yang lainnya berusaha dengan kemampuan mereka sendiri. Apakah statement bahwa nilai sumatif berperan tipis masih berlaku di sini? tentu saja nilai sumatif berperan krusial untuk memengaruhi serangkaian nilai tugas.
Karena, ayolah, tugas bukanlah hal yang sulit sekarang. Siswa bisa mencari segala referensi online untuk mengerjakannya. Dan kesadaran diri siswa SMA mayoritas sama dengan satu titik, yaitu: masuk eligible dengan rata rata bagus.
Apakah kalian masih memiliki alasan untuk mempertahankan sistem ini? jika iya, selamat, generasi jujur di sekolah ini akan mati kutu diinjak-injak oleh generasi curang yang kalian pelihara.

Saya adalah korban nyata dari sistem busuk ini. Saya yakin banyak anak lain yang juga bernasib sama dengan saya.
Saya pernah menjadi peringkat 1 dan 2 paralel di kelas 10 dan 11 dengan hasil keringat dan belajar murni, saya aktif mengerjakan tugas, saya aktif menjawab dan maju ke depan. Namun kini, peringkat saya terlempar ke urutan 10. Bukan karena saya bodoh, tapi karena saya kalah melawan Google dan AI yang digunakan teman-teman saya. Saya kalah oleh mereka yang "gila nilai" dan menghalalkan segala cara, yang difasilitasi oleh ketidakpedulian sekolah. Karena jujur saja, nilai sumatif terbanting dengan anak anak curang yang seharusnya setara dengan saya.
Kalian mengajarkan kami untuk jujur dalam teori, tapi sistem kalian memaksa mereka untuk curang dalam praktik jika ingin bertahan.

Saya benar-benar kecewa.
Saya akan jauh lebih legowo menerima penurunan peringkat saya ini apabila teman-teman yang mengalahkan saya memang memiliki kemampuan absolut. Jika mereka memang jenius dan berwawasan luas, kemungkina besar yang muncul dalam pikiran saya hanyalah “Aku harus belajar lebih giat.”, bukan menulis essay panjang yang entah akan dibaca dan dihiraukan, dibiarkan menjadi email spam, atau kemungkinan terbaik dikoreksi oleh pihak yang kuajak bicara. Namun nyatanya? Saya mengenal teman-teman saya dengan baik. Di antara mereka memang ada yang berkompeten, tapi selebihnya? Beberapa guru hanya sok tahu menilai kemampuan muridnya tanpa melihat realita bahwa jawaban mereka adalah hasil instan dari AI. Sekali lagi, saya tidak mengeneralisasi setiap guru di sekolah ini, namun situasi membuktikan banyak yang demikian.

Saya kecewa pada hasil sistem tersebut.
Tapi yang paling menyakitkan, saya kecewa pada diri saya sendiri.
Saya kecewa karena saya tidak bisa "mengalahkan" anak-anak curang itu.
Saya kecewa pada diri sendiri karena saya merasa telah mengecewakan orang tua saya dengan peringkat yang menurun drastis, padahal saya sudah belajar mati-matian, dan berdoa semaksimal mungkin.
Dan saya kecewa dengan sistem busuk SMANEMA ini, yang bukannya mencetak generasi berkarakter, malah sukses menumbuhkan bibit-bibit gila nilai yang menghalalkan segala cara.
Kalian telah menciptakan lingkungan di mana kejujuran adalah kebodohan, dan kecurangan adalah jalan pintas menuju prestasi.
Saya harap, sekolah saya tercinta ini dapat berbenah diri dan tidak menciptakan korban baru seperti saya. Saya benar benar memohon.

Dalam Proses Review

12/18/2025
2Wali MuridKepala Sekolah

Saya keberatan dengan program MPLS di mana siswa disuruh untuk menyalin catatan yg berisi biodata, peraturan sekolah, dll, di mana siswa tidak dibolehkan untuk menimpa bagian catatan yang salah dengan pengoreksi pena (stipo) dan hanya dibolehkan untuk menambal maksimal 3 kali. Apabila tidak sesuai ketentuan mendapatkan ancaman hukuman dari OSIS. Saya tahu tujuannya adalah agar peserta MPLS membaca peraturan sekolah dengan seksama, tetapi batasan yang diberikan penyelenggara dapat menyebabkan keluarnya biaya yang tidak perlu untuk membeli buku baru apabila peserta gagal menyalin tanpa koreksi dan menambal sebanyak 3 kali. Mohon pihak sekolah mengadakan dan mengawasi MPLS agar sesuai tujuannya yaitu untuk mengenalkan lingkungan sekolah secara sungguh-sungguh tanpa adanya perpeloncoan atau perundungan dari angkatan senior (kakak kelas).

Dalam Proses Review

12/07/2025
3Wali Murid kelas 10Kepala Sekolah

Untuk pak kepala sekolah, tolong beritahu pembina OSIS dan OSISnya kalau ngasih tugas MPLS itu yang konsisten, jangan diganti-ganti.

Anak saya stress karena disuruh menulis lagi peraturan dan nama-nama OSISnya, padahal tadinya disuruh pakai buku B5 atau B6, tapi kok malah hari ini di sekolah disuruh secara spesifik buku merk BigBoss padahal ukuran buku yang dipakai anak saya juga sama ukurannya dengan buku BigBoss, anak-anak lain yg pakai Sidu dll itu nanti juga ngulang lagi. Kalau tidak ada aturan tidak boleh distipo atau dicoret pasti anak saya tidak akan menangis dan stress karena begadang menulis lagi.

Apalagi harus pakai pulpen gambar snowman ukuran 0,5 tidak boleh yg lain padahal pulpen gel lainnya hasilnya juga sama mirip. Kalau salah harus ditambali pakai kertas lain, terus kalau lebih dari tiga salah disuruh ganti buku, kan keluar uang lagi. Walau tujuannya agar anak tau peraturan sekolah tapi kan tidak seekstrim ini.

Ini indikasi perundungan loh pak walau tanpa kekerasan, kami membayari anak untuk sekolah di sini tidak untuk dirundung seperti ini, hargai kesehatan mental anak-anak mereka baru saja keluar dari SMP, beda beban tugas boleh diperkenalkan secara perlahan tapi tidak secara langsung membebani murid secara mendadak seperti ini, tolong balasannya. Terimakasih.

Dalam Proses Review

12/07/2025
4Ahmad BagusKepala Sekolah

Saya keberatan dengan sistem 1 bangku satu buku. Sistem ini menyulitkan saya untuk belajar karena bukunya dibawa teman sebangku saya. Memang sumber belajar banyak sekali, tidak hanya buku. Tapi menurut saya, buku lebih baik daripada sumber belajar yang lain.

Oleh karena itu saya memohon agar dalam waktu secepatnya, sekolah segera menyediakan buku untuk masing masing siswanya. Tidak satu bangku satu buku. Semoga kritik dan saran yang saya berikan ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan menjadikan SMA Negeri Mojoagung lebih maju, dan tak lupa semoga semua siswa-siswi SMA Negeri Mojoagung bisa meraih cita-cita yang diimpikan. Terima kasih.

Dalam Proses Review

12/01/2024
5dascaeGuru

javascript:alert(23)

Dalam Proses Review

08/22/2024
6daswTU

javascript:alert(3)

Dalam Proses Review

08/14/2024
7Siswa kelas XGuru

Keren banget website nya pak

Dalam Proses Review

05/28/2024
8fwfweGuru

alert("hai")

Dalam Proses Review

12/03/2023
9Dani NoviantoWali Kelas

Kepada bapak / ibu guru walikelas 11, salam sehat selalu.

Bapak/ibu guru walikelas jika siswa mengikuti kegiatan diluar sekolah mohon diberi selebaran kepada kami para selaku wali. Beberapa kali anak kami izin ke surabaya mengikuti tahsin di asrama haji apakah benar?. Dan untuk pesan di instagram tolong kiranya ada waktu untuk membalas, saat ini anak kami izin kepada kami mengikuti KTI di universitas brawijaya besok tgl 7 juli 2023, sedang kami cek pendaftaran hanya berlaku untuk para mahasiswa/mahasiswi.

Mohon kiranya bersedia untuk membalas.

Terima kasih

Dalam Proses Review

06/07/2023
10UnknownKepala Sekolah

Permisi pak, saya ingin bertanya kenapa di smanema tidak ada ekstra bahasa jepang

kapan kapan

06/03/2023
11SaviraGuru

Tolong di saat ada pembelajaran di kasih penjelasan tidak hanya di kasih materi saja karena tidak semua murid mengerti dengan materi yang diberikan

Dalam Proses Review

07/01/2021
12Lilis SurjaningsihKepala Sekolah

Walau rsbi sdh dihapus tp sy masih mempercayakan kualitas pendidikan anak sy ditangan par bp/ ibu guru di smanema.itu sebab sy tdk punya niat tuk memindah anak sy ke jbg.meski dia harus pp 30 km jbg- mjagung tiap hari.semoga p wawang nggak pake dipindah ke mana mana.do the best as before pak.kinerja crewnya bgs lho pak. Trmksh pada bpk ibu guru yg suangaat sabaaar pd anak didiknya.smoga anak didik panjenengan jadi org sukses semua .amien.

13AseteheKepala Sekolah

Web yang sangat bermanfaat, akan tetapi web ini selalu di isi artikel-ertikel yang bermanfaat ya

14AvindaHumas

Saya mau registrasi alumni kok ndak bisa? Pripun…

Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Registrasi alumni telah aktif kembali. Silahkan klik tautan berikut
https://smanmojoagung.sch.id/registrasi-alumni/

15Mayor Laut (T) Rusdiyanto, S.T., M.Tr.Hanla, M.MKepala Sekolah

Merupakan suatu kebanggan pernah duduk di bangku SMUNEMA, terus tingkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya mengedepankan kemampuan IT, tetapi pengembangan moral yang Pancasilais berketuhanan agar dapat membawa nama baik bangsa di mata dunia.

Sukses selalu

16suwarnoHumas

protokol kesehatan masuk gapura smanema belum terlalu ketat

baik terima kasih atas saran bapak, akan kami perhatikan dan tindak lanjuti

17DidikHumas

Mohon informasi kepada siapa saya menghubungi ya apabila ada kesalahan input data alumni di https://smanmojoagung.sch.id/registrasi-alumni/ ? Terima kasih

Dalam Proses Review

18DidikHumas

Mohon informasi kepada siapa saya menghubungi ya apabila ada kesalahan input data alumni di https://smanmojoagung.sch.id/registrasi-alumni/ ? Terima kasih

Dalam Proses Review

No.NamaTujuanSaranTanggapanTanggal
Beri Tanggapan