Peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi 2018

Sebelum R.A. Kartini lahir, wanita Indonesia hanya berfungsi sebagai istri dan berperan sebagai “konco wingking” saja. Mereka tidak memiliki peran apa-apa. Kegiatan mereka hanya mengurusi pekerjaan rumah tangga.

Pada waktu itu hampir semua wanita Indonesia dalam kondisi lemah dan tidak berdaya.Mereka tidak bisa membaca, menulis dan berhitung.Mereka tidak memiliki wawasan dan pengetahuan yang cukup.Mereka tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan.Hal ini dikarenakan ada larangan bagi wanita Indonesia waktu itu untuk bersekolah.Hanya wanita-wanita keturunan bangsawan saja yang diperbolehkan mengikuti Pendidikan.

Setelah lahirnya Kartini, keadaan menjadi berubah.Hal ini dimulai ketika Kartini merasakan banyaknya diskriminasi yang terjadi antara pria dan wanita.Wanita selalu berada pada posisi yang lemah dan kalah. Kartini meski lahir dari keluarga priyayi, namun mengalami hal yang sama, yaitu tidak diperbolehkan melanjutkan pendidikan setelah sebelumnya bersekolah di ELS (Europese Lagere School)-setara Sekolah Dasar.

Larangan ini membuat jiwa Kartini memberontak. Namun, meskipun Kartini dilarang melanjutkan pendidikan, Kartini tetap belajar dengan cara membaca surat kabar atau buku-buku yang dikirimkan padanya, baik oleh orang tuanya maupun oleh teman-temannya di negeri Belanda.Pengetahuan dan wawasan Kartini makin berkembang dan makin luas.Kartini bercita-cita mendirikan sekolah wanita.

Dengan didirikannya sekolah wanita oleh Kartini, hal ini ternyata membuka jalan bagi wanita Indonesia untuk mendapatkan pendidikan.Dari sinilah para wanita Indonesia mulai terbuka pikiran dan wawasannya, sehingga dari sinilah wanita-wanita Indonesia mulai diperhatikan hak-haknya untuk memperoleh pendidikan.

Sekarang ini berkat perjuangan R.A. Kartini, wanita mempunyai kedudukan yang sama dengan kaum pria. Tidak ada lagi diskriminasi antara wanita dan pria.Emansipasi kaum wanita sudah bisa kita jumpai di berbagai bidang.Bahkan banyak kita jumpai wanita-wanita yang memiliki posisi dan jabatan yang tidak kalah hebat dengan kaum pria.

Semua ini berkat perjuangan R.A.Kartini yang selama hidupnya selalu berusaha untuk memajukan derajat kaum wanita Indonesia.Begitu besarnya jasa beliau ini sehingga sudah sepantasnyalah kalau kita sebagai generasi penerus bangsa memperingati jasa-jasa beliau ini, salah satunya dengan memperingati hari kelahiran R.A. Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Sedangkan pada tanggal 22 April diperingati sebagai hari bumi.

Hari bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia. Dewasa ini, banyak terjadi kerusakan hutan dan lingkungan yang disengaja oleh manusia hanya demi kepentingan sesaat. Contohnya seperti pembukaan lahan untuk perkebunan, penebangan pohon untuk lahan perumahan, dan industry. Masalah-masalah yang dihadapi manusia bukan hanya berdampak kepada lingkungan, tetapi juga lebih kompleks dan menyeluruh. Kesehatan manusia terancam akibat polusi udara, limbah industry dan rumah tangga yang mencemari lingkungan serta pembangunan infrastruktur pemerintah yang tidak berkelanjutan , ramah lingkungan, serta komitmen dalam menjaga dan mengelola keseluruhan aspek lingkungan. Balita dan lansia yang lebih rentan terserang kesehatannya akibat adanya kerusakan lingkungan ini, semakin banyak orang yang menderita ISPA(Infeksi Saluran Pernapasan Akut), diare, dan penyakit turunan lain yang diakibatkan oleh buruknya kualitas lingkungan. Banjir, longsor, dan kekeringan bukan hanya sekadar dampak alam semata, tetapi lebih kepada hasil atau dampak negative yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Terlebih lagi, kerusakan lingkungan juga mempengaruhi aspek ekonomi, manusia terus mengeksploitasi lingkungan untuk memenuhi kebutuhannya  sendiri yang selalu meningkat dan tidak pernah puas.

Kesadaran manusia akan pentingnya lingkungan bagi kehidupan masih sangat rendah, komunitas pecinta lingkungan hanya dianggap oleh masyarakat sebagai komunitas yang aneh, pencitraan, dan juga dianggap berlebihan. Berdasarkan data Maplecroft pada tahun 2011 Indonesia tercatat sebagai negara kedua dengan penggundulan hutan terbesar di dunia dengan total 2 juta hektar hutan dan penyumbang 16% dari gas efek rumah kaca di dunia.

Dengan adanya hal ini, menginspirasi kami untuk mensosialisasikan serta menerapkan makna dari Hari Bumi yang sesungguhnya.  Bukan hanya sekadar upacara seremonial tetapi kami menginginkan langkah nyata, aksi nyata dalam memperingati Hari Bumi yaitu dengan turut serta hadir memelihara, menjaga dan melindungi bumi dari kerusakan akibat manusia ataupun alam.

Tema Kegiatan ini adalah “Generasi Kartini Indonesia Siap Menjaga Bumi”

Tujuan Kegiatan ini Untuk mengisi dan memeriahkan Hari Bumi, Agar menumbuhkan sikap cinta, dan peduli lingkungan, Menjalin kerja sama yang lebih erat antar siswa dalam mengelola dan menjada lingkungan sekitar, khususnya lingkungan sekolah, Melakukan aksi nyata penghijauan Bumi, Agar generasi bangsa tidak melupakan jasa Kartini dalam usahanya memajukan derajat kaum wanita Indonesia lewat Pendidikan, Agar generasi muda mengenal sosok Kartini Untuk menanamkan semangat Kartini dalam memajukan bangsa.

_MG_0420

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *